print this page Print halaman ini BIOLOGI SMA: Struktur dan fungsi alat-alat reproduksi pada laki-laki dan wanita

I made this widget at MyFlashFetish.com.

Pages

Jumat, 01 April 2011

Struktur dan fungsi alat-alat reproduksi pada laki-laki dan wanita

1. STRUKTUR DAN FUNGSI ALAT REPRODUKSI LAKI-LAKI
Organ reproduksi pria dirancang untuk dapat menghasilkan, menyimpan, dan mengirimkan  sperma. Sperma tersimpan dalam cairan yang terlindung dan bergizi, yaitu air mani.  Organ reproduksi  pria dibedakan menjadi dua bagian, yaitu organ reproduksi dalam dan luar.



Struktur Organ Reproduksi Pria


A. Organ reproduksi dalam
 Organ reproduksi dalam pada sistem reproduksi pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran, dan kelenjar asesoris. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing organ dalam tersebut.
1) Testis
Testis atau buah zakar adalah bagian dari organ reproduksi pria, terletak di bawah  penis, dalam scrotum (kantung zakar). Pria memiliki sepasang testis yang berbentuk oval berada di kiri dan kanan untuk memproduksi sperma. Sepasang testis ini dibungkus oleh lipatan kulit berbentuk kantung yang disebut kantung zakar (skrotum). Fungsi testis adalah alat untuk menghasilkan sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut
testoteron.  Hormon inilah yang membuat ‘sifat jantan’, seperti otot-otot yang menonjol, suara besar, dan sebagainya. Di dalam testis terdapat saluran-saluran halus yang disebut tubulus seminiferus yang merupakan tempat pembentukan spermatozoa. Di belakang masing-masing terdapat  epididimis. Dari masa puber (akil balig) sampai sepanjang hidupnya pria memproduksi sperma setiap waktu. Pria dapat melepaskan sperma saat ejakulasi atau waktu puncak bersenggama.



Gambar Struktur Testis


2) Saluran pengeluaran
Saluran pengeluaran pada  organ reproduksi dalam alat reproduksi pria terdiri atas saluran epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.
a) Saluran epididimis
  Epididimis merupakan sebuah saluran yang berada dalam skrotum dan keluar dari kedua testis. Oleh karena itu, saluran ini jumlahnya sepasang. Epididimis memiliki struktur yang berkelak-kelok. Sementara, panjangnya mencapai 6 meter. Di dalam saluran ini, sel sperma disimpan sementara hingga matang. Setelah matang, sel sperma bergerak meninggalkan saluran epididimis menuju vas deferens.
b) Vas deferens
  Vas deferens merupakan sambungan dari epididimis. Saluran ini tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Fungsi saluran ini adalah sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju  kantung semen (kantung mani/ vesikula seminalis).

Gambar Vas Deferens


c) Saluran ejakulasi
  Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan  uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.
d)  Uretra
  Uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuangan baik pada sistem kemih atau  ekskresi maupun pada sistem seksual. Pada pria, uretra berfungsi juga dalam sistem reproduksi sebagai saluran pengeluaran air mani.
  Pada pria, panjang uretra sekitar 20 cm dan berakhir pada akhir penis. Uretra pada pria dibagi menjadi empat bagian, dinamakan sesuai dengan letaknya, yaitu:
•   Pars praprostatica, terletak sebelum kelenjar prostat.
•   Pars prostatica, terletak di  prostat. Pada bagian uretra ini terdapat pembukaan kecil, di mana terletak muara   vas deferens.
•   Pars membranosa, panjang sekitar 1,5 cm dan di bagian  lateral terdapat  kelenjar bulbo uretralis.
•   Pars spongiosa/ cavernosa, panjang sekitar 15 cm dan melintas di corpus spongiosum penis.

Gambar Uretra

3) Kelenjar asesoris
Pada waktu sperma melalui  saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Kelenjar ini berfungsi untuk mempertahankan hidup dan pergerakan sperma. Kelenjar
asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri atas:
a)  Vesikula seminalis
  Vesikula seminalis atau  kantung mani merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan berada di belakang kantung kemih. Dindingnya menghasilkan cairan kental kekuning-kuningan dan bersifat basa. Cairan ini mengandung mukus, gula fruktosa, enzim koagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin. Gula fruktosa yang disekresikan tersebut menyediakan sumber energi bagi sperma.

Gambar Vesikula Seminalis


b) Kelenjar prostat
  Kelenjar prostat terletak di bawah kantung kemih dan merupakan pertemuan antara  uretra dengan vas deferens. Kelenjar prostat merupakan penghasil getah kelamin. Getah ini bersifat encer, mengandung enzim antikoagulan, penyuplai nutrisi, dan berasa agak asam. Bentuk kelenjar prostat bulat dan melingkari bagian atas uretra serta di bawah kantung kemih. 


c) Kelenjar Cowper
Kelenjar bulbouretralis dinamakan pula kelenjar Cowper. Kelenjar bulbouretralis memiliki bentuk kecil dengan jumlahnya sepasang. Letak kelenjar ini berada di sepanjang uretra, tepatnya di bawah kelenjar prostat. Hasil sekresinya berupa cairan bening yang menetralkan setiap urine asam yang berada pada uretra. Di samping itu, cairan ini membawa sejumlah sperma bebas sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh.

b.  Organ reproduksi luar
Sebagian besar, alat reproduksi laki-laki berada di bagian luar tubuh yang terlihat langsung.  Organ reproduksi luar pada laki-laki meliputi  penis dan scrotum.
1) Penis
Penis berfungsi  se bagai alat senggama (kopulasi). Persenggamaan di-lakukan sebagai  sarana mengalihkan cairan sperma menuju alat reproduksi wanita.Secara struktural, penis tersusun atas tiga rongga berisi jaringan erektil yang berspons. Dua rongga yang terletak di tengah dinamakan korpus kavernosa. Sedangkan satu rongga yang berada di bawah korpus kavernosa dinamakan korpus spongiosum. Di dalam korpus spongiosum terdapat saluran reproduksi yakni uretra, di bagian ujung penis terdapat bagian yang dinamakan  kepala penis (gland  penis). Kepala penis ini tertutup oleh lipatan kulit yang  disebut preputium.
Di dalam rongga penis terdapat jaringan erektil yang  berisi banyak pembuluh darah dan saraf. Saat terjadi  rangsangan seksual, rongga tersebut akan penuh terisi darah. Akibatnya, terlihat penis mengembang dan menegang. Keadaan penis demikian dinamakan  ereksi. Apabila rangsangan ini terus-menerus terjadi, sperma akan keluar melalui uretra. Keadaan ini disebut  ejakulasi. Jumlah sperma yang dikeluarkan saat terjadi ejakulasi sekitar 2 hingga 5 mL semen, yang setiap mililiternya  mengandung sekitar 50 sampai 130 juta sperma.

Gambar Struktur Penis

2)  Scrotum (kantung zakar)
  Scrotum merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Scrotum berjumlah sepasang, yaitu scrotum kanan dan scrotum kiri. Di antara scrotum kanan dan scrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan  otot polos. Skrotum memiliki bentuk seperti kantung yang  berisi testis. Oleh karena temperatur tubuh yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan perkembangan sperma, skrotum yang berisi testis berada di luar tubuh. Testis ada dua buah, letaknya di kanan dan kiri, kemudian masing- masing dipisahkan oleh sebuah lapisan. Lapisan ini tersusun atas jaringan ikat dan otot polos yang menyerupai sekat. Otot  dartos merupakan otot polos yang menyusun sekat skrotum sehingga bisa mengendur dan mengerut. Selain itu, pada skrotum terdapat pula otot yang bertindak sebagai pengatur kondisi suhu testis agar stabil. Otot demikian dinamakan otot kremaster.
Gambar Skrotum


2. STRUKTUR DAN FUNGSI ALAT REPRODUKSI WANITA

Sistem reproduksi wanita meliputi kumpulan organ- organ reproduksi, proses oogenesis,  fertilisasi, kehamilan, dan  persalinan.  Organ reproduksi perempuan adalah alat atau bagian tubuh perempuan yang berkaitan erat dengan kehamilan atau kemampuan beranak. Organ reproduksi wanita terbagi dua yaitu di dalam dan di bagian luar tubuh.  Organ reproduksi dalam tubuh tidak dapat dilihat secara langsung, sebaliknya alat reproduksi luar dapat dilihat. Setiap bagian dari alat reproduksi ini menyambungkan dengan setiap bagian yang lainnya. Semua alat reproduksi dalam ini ditopang oleh tulang pinggul.


a.  Alat Reproduksi Dalam Wanita
Wanita memiliki beberapa alat reproduksi dalam, seperti ovarium, saluran reproduksi, uterus, dan vagina.
1) Ovarium
  Ovarium atau indung telur merupakan organ reproduksi dalam wanita yang berbentuk seperti telur dan berjumlah sepasang. Letaknya, ada satu di rongga perut kiri dan satu lagi di rongga perut kanan. Masing-masing ovarium terlindungi oleh kapsul keras dan terdapat folikel-folikel.  Setiap folikel mengandung satu sel telur. Fungsi folikel yakni memberikan makanan dan melindungi sel telur yang sedang berkembang hingga matang. Setelah sel telur matang, folikel akan mengeluarkannya dari ovarium. Proses pengeluaran sel telur dari ovarium ini dinamakan ovulasi. Bagi wanita, proses ovulasi biasanya berlangsung selama 28 bulan. Selain berperan dalam pelepasan sel telur, folikel-folikel juga menghasilkan homon utama yakni estrogen.



2) Saluran Reproduksi
  Saluran reproduksi wanita yang berfungsi sebagai jalur sel telur menuju uterus (rahim) dinamakan  saluran telur (oviduk) atau bisa juga disebut tuba Fallopi. Letaknya berada pada bagian kanan dan kiri ovarium, sehingga jumlah keseluruhan oviduk ada sepasang. Pada bagian pangkalnya terdapat bagian mirip corong yang dinamakan  infundulum. Infundulum ini memiliki jumbai-jumbai dengan fungsi sebagai penangkap sel telur (ovum) yang lepas dari ovarium. Jumbai-jumbai ini dinamakan fi  mbrae. Dengan gerak peristaltik, sel telur yang tertangkap fi  mbrae disalurkan melalui oviduk menuju uterus.


3) Uterus
  Rahim terletak di belakang  kandung kemih dan di depan  rektum. Rahim diikat oleh 6 ligamen. Rahim merupakan saluran berongga yang lebih besar dengan bagian ujungnya bersatu membentuk saluran sempit, yaitu  vagina.  Rahim terletak di bagian pusat sistem, berbentuk kantung tempat bayi berkembang. Tanpa bayi di dalamnya rahim sangat kecil hanya 7 hingga 9 cm dengan berat 60 gram. Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a)  Serviks (leher rahim)
Serviks terletak di puncak vagina. Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks yang memungkinkan  sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Serviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa   ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks adalah sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. Tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya. Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir. Lendir ini tebal dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali sesaat sebelum terjadinya ovulasi. Pada saat ovulasi, konsistensi lendir berubah sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah  pembuahan (fertilisasi). Selain itu, pada saat ovulasi kelenjar penghasil lendir di serviks juga mampu menyimpan sperma yang hidup selama 2 - 3 hari. Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba fallopii untuk membuahi sel telur. Oleh karena itu, hubungan seksual yang dilakukan dalam waktu 1 -2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan. Selama  masa reproduktif, lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerut-kerut. Sebelum  pubertas dan sesudah menopause, lapisan lendir menjadi licin.
b)  Korpus (badan rahim)
Korpus biasanya bengkok ke arah depan. Selama masa  reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. Korpus merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan  janin. Selama proses persalinan, dinding ototnya mengerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan  vagina. Lapisan dalam dari korpus disebut  endometrium. Setiap bulan setelah siklus menstruasi, endometrium akan menebal. Jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang
disebut dengan siklus menstruasi.Telur yang terbuahi di  saluran telur akan melekat sendiri dan menanamkan diri (nidasi) dalam  selaput lendir di sisi dalam atau  rongga rahim.Telur yang tertanam ini tidak mudah lepas atau rontok, karena lapisan dinding rahim cukup tebal. Telur ini akan tumbuh menjadi janin. Selanjutnya, rahim akan melindunginya dan memelihara kehidupan baru sampai pada saat kelahiran bayi.Selama kehamilan,  rahim sedikit demi sedikit tumbuh menjadi pegangan bagi pertumbuhan bayi, dengan kantung cairan di sekelilingnya dan dihubungkan oleh  plasenta (ari-ari). Berbeda dengan sebelum kehamilan, pada saat kelahiran bayi, berat rahim sendiri mendekati satu kilogram. Sedangkan berat bayi,  plasenta, dan cairan yang mengelilinginya, semuanya sekitar lima kilogram



4) Vagina
 Vagina (dari bahasa Latin yang makna literalnya pelindung atau selongsong) adalah saluran berbentuk tabung yang menghubungkan uterus ke bagian luar tubuh. Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual).Lubang pada vagina disebut   introitus dan daerah berbentuk separuh bulan di belakang introitus disebut  forset. Jika ada rangsangan, dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh kelenjar bartolin. Uretra terletak di depan vagina dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari  kandung kemih.


b. Organ reproduksi luar
 Organ kelamin luar wanita memiliki dua fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung  organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi. Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan. Mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Organ reproduksi luar wanita terdiri atas vulva,  klitoris, dan  perineum. Berikut ini merupakan penjelasan yang lebih terperinci dari  organ reproduksi luar wanita tersebut.
1)  Vulva
Vulva dibatasi oleh labium mayor (sama dengan scrotum pada pria). Labium mayor terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea ( penghasil minyak). Setelah  puber labium mayor akan ditumbuhi rambut. Labium minor terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor dan mengelilingi lubang vagina dan uretra.
2)  Klitoris
Klitoris  merupakan  penonjolan kecil yang sangat peka (sama dengan  penis pada pria). Klitoris merupakan pertemuan antara labium minor kiri dan kanan yang bertemu di depan. Klitoris dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium (sama dengan kulit depan pada ujung penis pria). Klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalami  ereksi.
3)   Perineum
 Perineum merupakan suatu jaringan ſ  bromuskuler di antara vagina dan anus.  Perineum merupakan pertemuan labium mayor kiri dan kanan yang bertemu di bagian belakang. Kulit yang membungkus perineum dan labium mayor sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan bisa membentuk sisik. Sedangkan selaput pada labium minor dan  vagina merupakan selaput lendir, lapisan dalamnya memiliki struktur yang sama dengan kulit, tetapi permukaannya tetap lembap karena adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam.Pada wanita, awal pubertas biasanya dimulai pada usia 9 sampai 16 tahun. Pada usia ini, tingkat pertumbuhan remaja putri meningkat pesat, disertai pembesaran payudara dan tumbuhnya rambut pubis. Dalam waktu 1 hingga 2 tahun setelah perubahan ini, tumbuh bulu ketiak dan keputihan normal  ( leukorea ſ  siologis). Beberapa bulan kemudian periode menstruasi pertama  ( menarkhe) pun dimulai yang akhirnya akan menjadi menstruasi siklik. Kejadian menarkhe ini berbeda pada tiap individu.


Link Menuju Website Pendukung Pembelajaran  

Link Powerpoint Pendukung

Link Flash Pendukung
Flash 1

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright (c) 2010 BIOLOGI SMA. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes And Web Hosting Reviews.